Game Online eSports di Cabang Olahraga Asian Games 2018

Game Online menjadi Cabang olahraga baru di Asian Games

0 41

Game online tak dimungkiri memiliki reputasi buruk karena dapat mengganggu kehidupan sosial serta kesehatan mental dan fisik. Meski demikian, beberapa penelitian membuktikan bahwa game online seperti yang dipertandingkan di Asian Games untuk cabang olahraga (cabor) eSports juga memberikan manfaat bagi kesehatan otak.

Game Online eSports adalah salah satu Cabang olahraga baru di Asian Games

Asian Games 2018 menjadi panggung pertama game online dipertandingkan sebagai cabang olahraga eSports. Di cabor ini terdapat enam nomor yang dipertandingkan, yakni Clash Royale, Arena of Valor, Hearthstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer, dan Starcraft II. Meski baru pertama diadakan, Indonesia berhasil meraih medali emas di cabang olahraga ekshibisi eSports Asian Games.

Adalah Ridel Yesaya Sumarandak atau BenzerRidel yang akhirnya mampu mengalahkan atlet eSports asal China, Lciop, dengan skor 3-1 pada nomor Clash Royale. Meski baru berstatus percobaan dan medali yang diperoleh tidak mempengaruhi leader board medali, perjuangan Ridel patut diapresiasi.

Game Online eSports di Asian Games

Dengan masuknya eSports sebagai salah satu cabor di Asian Games, AESF selaku Federasi Olahraga Elektronik Asia pun tengah melobi agar eSport juga bisa dipertandingkan di SEA Games berikutnya yang akan digelar di Filipina pada 2019.

Dilansir dari Philippine Daily Inquirer, Arniel Gutierrez selaku presiden AESF telah melakukan pembicaraan dengan Komite Olimpiade Filipina (POC). Gutierrez menawarkan setidaknya tiga medali emas untuk cabang olahraga tersebut. Jika berhasil, SEA Games akan menjadi perhelatan olahraga pertama yang mempertandingkan game online secara sah.

Baca Juga : Perlindungan Maksimal dari Allianz Allisya Protection Plus

Cabang olahraga eSports sebenarnya telah diakui oleh Komite Olimpiade Korea (KOR) sebagai olahraga olimpiade tingkat kedua. Akreditasi inilah yang akan dibawa untuk memperkuat pengesahan dari komite olimpiade internasional. Perlu diketahui, eSports saat ini diletakkan sejajar dengan cabang olahraga catur, balap mobil, dan polo.

Profesor Ingo Froböse, seorang ilmuwan dari German Sports University, juga pernah melakukan penelitian terhadap atlet yang berkompetisi di cabor eSports. Hal ini dijelaskan pada situs berita Deutsche Welle. Penelitiannya selama lima tahun tersebut menguji permainan strategi seperti Counter Strike atau League of Legend yang sangat kompleks dan membutuhkan tingkat pemahaman taktis yang tinggi.

Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa eSports menghasilkan jumlah hormon kortisol yang sama dengan pembalap mobil, serta denyut jantung yang setara dengan pelari maraton. Menurutnya, eSports memiliki tuntutan yang sama dengan jenis olahraga lainnya.

Semoga Bermanfaat !

Source Klikdokter.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.